5 Dampak Positif Teknologi Dengan Adanya Virus Corona


Bandung
Pandemi virus corona diprediksi mengubah kehidupan manusia selamanya. Dunia teknologi pun tidak luput dari perubahan ini. Berikut 5 Hal yang akan mengalami perubahan dengan adanya virus corona.


1. Aturan yang menahan cara online akan hancur

Selama ini, masih ada beberapa aturan yang mencegah beberapa prosedur dan mekanisme dalam bidang kehidupan masyarakat, supaya tidak dilakukan online. Misalnya saja beberapa jenis tagihan bulanan, aturan birokrasi dan lain-lain.

Namun menurut pimred majalah Reason, Katherine Mangu-Ward, wabah corona mau tidak mau membuat orang beralih semua ke online. Aturan-aturan birokrasi yang selama ini meminta tatap muka antara masyarakat dan pemerintah atau pihak tertentu, tidak bisa dipertahankan lagi.

Salah satunya adalah sekolah. Homeschooling dan e-learning selama ini terbentur masalah birokrasi. Dengan wabah virus corona, tidak ada alasan lagi untuk menahan pendidikan jarak jauh. Sejumlah layanan publik dari pemerintah juga akhirnya dibuat online sepenuhnya di beberapa negara.


2. Kehidupan digital menjadi lebih sehat

Profesor Sherry Turkle dari MIT Amerika Serikat dan pengarang Reclaiming Conversation: The Power of Talk in a Digital Age membuat analisa bahwa pandemi COVID-19 membuat kehidupan digital akan menjadi lebih sehat.

Orang-orang yang menghabiskan waktu dengan gawainya, mulai berpikir untuk mencari manfaat lebih baik. Beberapa contohnya pemain cello Yo-Yo Ma membuat postingan konser harian untuk netizen. Penyanyi Broadway Laura Benanti meminta penampil musik di sekolah yang batal tampil, mengirimkan pertunjukannya kepada dirinya.

Banyak pakar yoga memberikan kelas online gratis dan hal sejenisnya. Jika ini dilanjutkan menurut Sherry Turkle, maka manusia akan mewariskan kebiasaan baru yang positif.


3. Virtual reality makin populer

Presiden Vassar College, Elizabeth Bradley mengatakan virtual reality akan semakin dapat tempat di hati orang-orang. Ini logis saja, ketika kita diisolasi, dikarantina atau sendirian, maka VR menawarkan kita pengalaman 'pergi' ke tempat lain secara virtual.

Elizabeth membayangkan VR akan berkembang untuk membantu orang bersosialisasi dan membantu kesehatan mental orang yang mengisolasi diri. Misalnya dengan perangkat VR, kita bisa berjumpa orang di ruang kelas atau pertemuan warga virtual dan ini memberikan hal positif secara psikologis.


4. Pemerintahan virtual

Ethan Zuckerman adalah associate professor di MIT, Direktur Center for Civic Media dan pengarang buku Digital Cosmopolitans: Why We Think the Internet Connects Us, Why It Doesn't, and How to Rewire It. Dia berpendapat usai wabah virus corona, bersiap-siaplah untuk pemerintahan virtual.

Teknologi dipakai supaya anggota dewan dan pemerintahan bisa tetap bekerja tanpa langsung bertatap muka. Sementara itu, perintis startup Democracy Live, Joe Brotherton menambahkan, terkait dengan pemerintahan virtual ini, maka pemilu elektronik juga akan menjadi tren baru.


5. Era kebangkitan telemedicine

Kepala departemen etika kedokteran dan kebijakan kesehatan Universitas Pennsylvania, Ezekiel J Emanuel berpendapat wabah corona menjadi awal kebangkitan dari telemedicine. Klinik remote menggantikan klinik konvensional yang kewalahan menghadapi pandemi.

Pasien bisa menjaga diri dalam lingkungan yang terkendali, tapi bisa video call dengan dokter, tanpa harus menunggu di ruang tunggu dan jauh dari pasien lain yang bisa menulari atau bahkan kritis.

Berbagai aplikasi kedokteran kini menawarkan konsultasi dokter online dengan dokter bersertifikasi. Resep dan obat bisa dikirim dengan kurir. Kekurangannya mungkin adalah dokter tidak bisa memeriksa langsung pasiennya.


Komentar